Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau generasi muda (Gen Z) untuk menggelar pernikahan sederhana, bahkan cukup di KUA, agar dana yang dimiliki bisa disisihkan sebagai uang muka (DP) pembelian rumah atau modal usaha. Ia menegaskan bahwa memaksakan pesta pernikahan mewah di luar kemampuan hanya akan berujung pada utang yang membebani keluarga. Dedi bahkan berencana menerbitkan Surat Edaran resmi sebagai bentuk dorongan nyata kepada pasangan muda di Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan publik setelah menyampaikan imbauan kepada generasi muda atau Gen Z untuk tidak memaksakan pesta pernikahan mewah demi gengsi semata. Pesan ini disampaikannya dalam berbagai kesempatan, termasuk saat berpidato dalam acara Dies Natalis UIN Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung pada Rabu (8/4/2026), yang kemudian ramai diperbincangkan warganet.
Menurut Dedi, banyak pasangan muda dan orang tua yang rela berhutang besar, menjual aset berharga, bahkan menguras tabungan hanya demi menggelar pesta pernikahan yang terkesan megah. Padahal, kebahagiaan sejati dalam pernikahan tidak ditentukan oleh kemewahan acara, melainkan oleh keabsahan dan kesakralan ikatan itu sendiri.
Dalam keterangannya melalui Instagram pribadi pada Kamis (16/4/2026), Dedi menyatakan bahwa pasangan muda yang kemampuan ekonominya terbatas lebih baik menikah cukup di KUA tanpa perlu memaksakan pesta besar.
Gubernur yang akrab disapa KDM ini menekankan bahwa dana yang selama ini digunakan untuk pesta pernikahan bisa dimanfaatkan jauh lebih produktif. Ia menyarankan agar pasangan muda mengalokasikan uang tersebut untuk keperluan yang menunjang masa depan rumah tangga, seperti uang muka pembelian rumah, modal usaha, maupun tabungan keluarga.
Pernyataan ini sangat relevan di tengah sulitnya generasi muda saat ini untuk memiliki hunian sendiri. Harga properti yang terus meningkat membuat banyak pasangan kesulitan mengumpulkan dana awal. Dengan menghemat biaya pesta, dana tersebut bisa menjadi modal berarti untuk memulai kehidupan rumah tangga yang lebih mandiri tanpa bergantung pada pinjaman.
Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa kebiasaan menggelar pesta besar merupakan cerminan dari perilaku konsumtif yang menurutnya menjadi salah satu faktor ketertinggalan masyarakat. Ia secara khusus menyoroti kecenderungan ini di kalangan masyarakat Sunda dan Jawa Barat secara umum, di mana banyak orang melakukan sesuatu yang jauh melampaui kapasitas ekonomi mereka.
Ia juga berbagi pengalaman pribadinya saat menikah, yakni melangsungkan pernikahan dengan biaya sendiri tanpa membebani orang tua. Uang amplop yang terkumpul dari tamu undangan pun tidak dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif, melainkan dijadikan modal usaha dan membeli kendaraan bermotor sebagai sarana produktivitas.
Tidak berhenti pada imbauan lisan, Dedi Mulyadi menyatakan rencananya untuk menerbitkan Surat Edaran (SE) resmi yang mengajak generasi muda di Jawa Barat untuk memilih pernikahan sederhana. Pernyataan tersebut disampaikan saat berpidato di acara Dies Natalis UIN Bandung dan langsung menarik perhatian luas dari masyarakat dan warganet.
Rencana ini mendapat beragam respons. Sebagian besar mendukung gagasan tersebut, namun ada yang berharap Surat Edaran nantinya tidak hanya ditujukan kepada calon pengantin, tetapi juga kepada para orang tua. Pasalnya, tidak sedikit pasangan yang sebenarnya menginginkan pernikahan sederhana, namun terkendala keinginan orang tua dari generasi sebelumnya yang cenderung menghendaki pesta lebih meriah.
Dedi Mulyadi juga menyoroti sisi kelam di balik gemerlap pesta pernikahan mewah, yakni penderitaan yang ditanggung orang tua. Demi mewujudkan hajatan besar, banyak orang tua yang kondisi ekonominya terbatas harus meminjam uang, menjual aset berharga, hingga terlilit utang.
Kondisi ini pada akhirnya tidak hanya memberatkan orang tua, tetapi juga membayangi kehidupan rumah tangga pasangan muda itu sendiri. Alih-alih memulai kehidupan baru dengan modal yang cukup, pasangan tersebut justru mewarisi beban finansial sejak hari pertama berumah tangga.
Pada intinya, pesan Gubernur Dedi Mulyadi sangat jelas bahwa pernikahan bukan tentang seberapa besar pestanya, melainkan seberapa kuat fondasi yang dibangun setelahnya. Dengan menekan biaya pernikahan dan mengalihkan dana tersebut ke hal yang lebih produktif seperti uang muka rumah, modal usaha, atau tabungan darurat, pasangan muda akan memulai kehidupan rumah tangga dengan lebih kokoh, mandiri, dan bebas dari jeratan utang. Imbauan ini menjadi pengingat penting bagi Gen Z bahwa kebahagiaan rumah tangga dibangun bukan dalam sehari di pelaminan, tetapi dalam setiap hari yang dilalui bersama dengan perencanaan keuangan yang bijak.
Penantian 12 Tahun Terbayar: Pedagang Bakso Tahu Bandung Akhirnya Berangkat Haji AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Doa dan Harapan yang Harus Dipanjatkan di Penghujung Ramadan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Syarat DAFTAR Manasik AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Detik-Detik Paling Mustajab Saat Puasa, Simak Pesan Penting Ustadz Adi Hidayat AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
2005-2006 Bag 2 AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
ALUMNI 2010 Bag-1 AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
5 PASTI Umrah - Wajib Anda Tahu AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
AUDIO TERJEMAH AL QUR'AN 30 JUZ - Faham Dengan Mendengar AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Beginilah Cara Menanggulangi Jamaah Pingsan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
2008 Bag -3 AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Cara Cek Status Istitho'ah Kesehatan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Para Awardee LPDP Tiba-tiba membuat postingan Kontribusi Usai Polemik Penerima Beasiswa LPDP AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Jasa Konsultan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
UMRAH MANDIRI / Backpacker - Syarat & Ketentuan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Keutamaan Malam Nuzulul Quran di 17 Ramadan, Malam Turunnya Cahaya Petunjuk Abadi AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda di situs ini. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.
Terima & LanjutkanPerlu informasi lebih lanjut? Kebijakan Privasi – atau – Kebijakan Cookie dan GDPR