Penantian 12 Tahun Terbayar: Pedagang Bakso Tahu Bandung Akhirnya Berangkat Haji

  • AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
  • Ridwan Maulana Senjaya
  • 1
...

Halimah A Sujai, seorang pedagang bakso tahu asal Bandung berusia 48 tahun, akhirnya berangkat menunaikan ibadah haji bersama anak pertamanya setelah menanti selama 12 tahun sejak mendaftar pada 2014. Seluruh biaya keberangkatan berasal dari tabungan hasil jerih payah almarhum suaminya yang berjualan bakso tahu dan bubur, sebelum meninggal dunia pada 2021. Kisah Halimah menjadi inspirasi tentang kekuatan kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa setiap panggilan Allah akan selalu disertai kemampuan untuk memenuhinya.

Sebuah kisah menyentuh hati datang dari sudut Kota Bandung. Halimah A Sujai (48 tahun), seorang pedagang bakso tahu asal Jalan Sukasirna, Kelurahan Padasuka, Cibeunying Kidul, akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji setelah penantian panjang selama 12 tahun.

Halimah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Rabu, 22 April 2026, melalui Embarkasi Indramayu, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, didampingi anak pertamanya, Mutia Salsabila (22 tahun).

Bermula dari Keuletan Sang Suami

Perjalanan menuju Baitullah ini tak lepas dari kegigihan mendiang suami Halimah. Sejak 13 Juni 2014, keduanya mendaftarkan diri untuk berhaji dengan uang muka sebesar Rp50 juta untuk dua orang, hasil menyisihkan penghasilan dari berjualan bakso tahu dan bubur. Pendaftaran dilakukan langsung melalui bank dan Kementerian Agama.

Halimah mengenang, saat itu almarhum suaminya sangat bersemangat mendaftar haji dari hasil jerih payah berjualan. Tekad mereka bulat meski perjalanan menuju keberangkatan masih panjang dan penuh ketidakpastian.

Kehilangan di Tengah Penantian

Cobaan besar datang pada tahun 2021, ketika sang suami meninggal dunia di tengah pandemi COVID-19. Kehilangan itu meninggalkan luka mendalam bagi Halimah yang kini harus membesarkan empat anak seorang diri.

Namun satu hal yang menjadi penghibur adalah kenyataan bahwa sebelum berpulang, sang suami telah mempersiapkan seluruh dana keberangkatan haji dengan matang. Tabungan tersebut tetap dijaga dan tidak disentuh, meski kondisi ekonomi keluarga sangat terbatas.

Surat kuasa keberangkatan haji yang semula atas nama sang suami pun dialihkan kepada Mutia Salsabila, anak pertama yang dulu baru berusia lima tahun saat orang tuanya mendaftar haji.

Hidup Serabutan, Tapi Tidak Menyerah

Sepeninggal suaminya, Halimah menjalani hari-hari dengan pekerjaan serabutan: mengasuh anak tetangga dan membersihkan benang bordir dari usaha konveksi. Penghasilannya hanya sekitar Rp100.000 per minggu, jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan empat anak yang masih bersekolah.

Untuk melunasi biaya haji sebesar Rp62 juta untuk dua orang, Halimah bahkan rela menjual perhiasan peninggalan almarhum suaminya. Namun ia tetap yakin bahwa semua ini adalah bagian dari kehendak Allah.

Kalau menurut logika manusia, Rp100.000 seminggu tidak akan cukup. Tapi Allah yang Maha Mencukupi segalanya. Ibu cuma yakin, kalau kita diundang sama Allah, berarti kita dimampukan sama Allah. Bukan kitanya yang mampu, tapi Allah memampukan yang Dia undang.

Haru dan Bahagia Menjelang Keberangkatan

Menjelang hari keberangkatan, Halimah telah mempersiapkan seluruh koper dan perlengkapan dengan rapi. Semua syarat administratif pun telah dipenuhi. Putrinya, Mutia, turut bersemangat menata barang bawaannya sendiri.

Meski dipenuhi kegembiraan, Halimah tidak bisa menyembunyikan rasa harunya mengingat sang suami yang dulu bermimpi berangkat haji bersamanya.

Perasaannya senang, sedih. Sedihnya karena ingat almarhum suami. Tadinya mau sama almarhum, tapi ternyata Allah berkehendak lain. Berarti sama anak saya yang mendampingi.

Inspirasi dari Bandung untuk Indonesia

Kisah Halimah adalah cerminan nyata tentang arti kesabaran dan keteguhan iman. Dari gerobak bakso tahu yang sederhana, sebuah impian besar dirawat selama lebih dari satu dekade. Berikut rangkuman perjalanan hajinya:

  • Mendaftar haji pada 2014 dengan uang muka Rp50 juta untuk dua orang
  • Suami wafat pada 2021, namun dana haji telah disiapkan penuh sebelumnya
  • Melunasi biaya haji sebesar Rp62 juta untuk dua orang
  • Berangkat pada 22 April 2026 via Embarkasi Indramayu, BIJB Kertajati

Kisah ini mengingatkan kita semua bahwa niat yang tulus dan usaha yang konsisten, seberapapun kecilnya, dapat membawa seseorang ke tempat yang paling mulia, Baitullah.


Lainnya

...

Gubernur Dedi Mulyadi Ajak Gen Z Nikah Sederhana, Sisihkan Dana untuk DP Rumah daripada Berhutang AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

Doa dan Harapan yang Harus Dipanjatkan di Penghujung Ramadan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

Syarat DAFTAR Manasik AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

Detik-Detik Paling Mustajab Saat Puasa, Simak Pesan Penting Ustadz Adi Hidayat AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

2005-2006 Bag 2 AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

ALUMNI 2010 Bag-1 AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

5 PASTI Umrah - Wajib Anda Tahu AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

AUDIO TERJEMAH AL QUR'AN 30 JUZ - Faham Dengan Mendengar AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

Beginilah Cara Menanggulangi Jamaah Pingsan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

2008 Bag -3 AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

Cara Cek Status Istitho'ah Kesehatan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

Para Awardee LPDP Tiba-tiba membuat postingan Kontribusi Usai Polemik Penerima Beasiswa LPDP AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

Jasa Konsultan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

UMRAH MANDIRI / Backpacker - Syarat & Ketentuan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

Keutamaan Malam Nuzulul Quran di 17 Ramadan, Malam Turunnya Cahaya Petunjuk Abadi AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

Cookie Consent


Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda di situs ini. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.

Terima & Lanjutkan

Perlu informasi lebih lanjut? Kebijakan Privasi – atau – Kebijakan Cookie dan GDPR