Amalan-Amalan Saat Hari Raya Idul Fitri Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

  • AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
  • Ridwan Maulana Senjaya
  • 12
...

Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga momentum untuk meneladani berbagai amalan sunnah yang dicontohkan lahttps://www.youtube.com/embed/DpvhYjzPzJ4?si=y8BkwovjnbIFKSbo" title="YouTube video playerngsung oleh Rasulullah SAW. Mulai dari mandi sebelum shalat Id, makan kurma sebelum berangkat, mengumandangkan takbir, berjalan kaki menuju tempat shalat, hingga saling mengucapkan selamat dan bersilaturahmi, semua amalan ini memiliki dasar hadits yang sahih. Dengan mengamalkan sunnah-sunnah tersebut, perayaan Idul Fitri menjadi lebih bermakna, bernilai ibadah, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hari Raya Idul Fitri adalah hari kemenangan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Namun lebih dari sekadar perayaan, Idul Fitri juga merupakan hari yang sarat dengan amalan sunnah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Meneladani sunnah Nabi pada hari raya ini adalah ikhtiar kita untuk menyempurnakan ibadah, meraih pahala yang berlipat, dan menghadirkan keberkahan dalam setiap langkah di hari yang mulia ini.

Mengapa Amalan Sunnah Idul Fitri Penting Dihidupkan?

Sunnah Nabi bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan panduan hidup yang memiliki nilai ibadah tinggi. Setiap amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW di hari raya menyimpan hikmah dan makna yang dalam. Sayangnya, seiring waktu, banyak dari sunnah-sunnah ini yang mulai terabaikan karena umat lebih fokus pada tradisi perayaan daripada meneladani Nabi. Berikut adalah amalan-amalan sunnah yang seharusnya kita hidupkan kembali di setiap Idul Fitri.

Amalan Sunnah yang Harus Dilakukan Saat Idul Fitri

  • 1. Menghidupkan Malam Idul Fitri dengan Ibadah. Malam sebelum Idul Fitri adalah malam yang sangat istimewa dan termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa, setara dengan malam Jumat, malam awal Rajab, dan malam Nishfu Syaban. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam ini dengan ibadah, dzikir, dan memperbanyak takbir. Bahkan, menurut satu riwayat dari Ibnu Abbas, cukup dengan mengerjakan shalat Isya dan Subuh secara berjamaah dengan tekad penuh, maka kesunnahan menghidupkan malam itu sudah terpenuhi.
  • 2. Mandi Sunnah Sebelum Berangkat Shalat Id. Salah satu sunnah utama di hari Idul Fitri adalah mandi sebelum berangkat ke tempat shalat. Hal ini berdasarkan riwayat dari Nafi bahwa Abdullah bin Umar RA selalu mandi pada hari Idul Fitri sebelum pergi ke mushalla (HR. Malik dan Imam Syafii). Niat mandinya adalah: Nawaitu ghusla Iidil Fithri sunnatan lillaahi Taala, artinya: Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah Taala. Mandi sunnah ini berlaku bagi semua orang, termasuk wanita yang sedang haid atau nifas sekalipun, meskipun mereka tidak mengikuti shalat Id.
  • 3. Memakai Pakaian Terbaik dan Memakai Wewangian. Rasulullah SAW mengajarkan agar umat Islam tampil dengan penampilan terbaik di hari raya. Dalam riwayat Bukhari disebutkan bahwa Nabi SAW memiliki pakaian khusus yang dikenakan di hari Jumat dan saat menyambut tamu istimewa. Para ulama menganalogikan hal ini juga berlaku di hari raya Id. Bagi laki-laki, dianjurkan memakai pakaian terbaik yang dimiliki namun bukan sutera, karena sutera diharamkan bagi laki-laki. Memakai wewangian juga sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan terhadap keagungan hari raya.
  • 4. Makan Sebelum Berangkat Shalat Id. Ini adalah sunnah yang sering terlupakan. Rasulullah SAW tidak pernah berangkat ke tempat shalat Idul Fitri sebelum makan beberapa butir kurma terlebih dahulu, dan beliau memakannya dalam jumlah ganjil seperti satu, tiga, lima, atau tujuh butir (HR. Bukhari, no. 953). Tujuan sunnah ini adalah sebagai penegasan bahwa di hari Idul Fitri umat Islam tidak lagi berpuasa, sekaligus sebagai wujud syukur atas nikmat Allah setelah sebulan beribadah. Jika tidak memiliki kurma, boleh makan makanan halal lainnya sebelum berangkat.
  • 5. Memperbanyak Takbir. Mengumandangkan takbir di malam dan pagi Idul Fitri adalah syiar Islam yang sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 185, yang memerintahkan umat Islam untuk mencukupkan bilangan Ramadan dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya. Takbir Idul Fitri dimulai sejak terbenamnya matahari pada malam 1 Syawal hingga takbiratul ihram imam pada shalat Id. Ada dua jenis takbir: takbir mursal (tidak terbatas waktu, bisa di rumah, jalan, masjid, atau pasar) dan takbir muqayyad (setelah shalat fardhu atau sunnah). Disunnahkan bagi laki-laki untuk mengeraskan suara takbir, sementara wanita melirihkannya.
  • 6. Berjalan Kaki Menuju Tempat Shalat Id. Berjalan kaki menuju tempat shalat Id adalah sunnah yang memiliki banyak hikmah. Ali bin Abi Thalib RA berkata: Termasuk sunnah Nabi adalah keluar menuju tempat shalat Id dengan berjalan kaki (HR. At-Tirmidzi, hadits hasan). Selain bernilai sunnah, berjalan kaki memberi kesempatan untuk bertemu dan menyapa lebih banyak saudara muslim dalam suasana kebersamaan yang hangat. Bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik, diperbolehkan menggunakan kendaraan.
  • 7. Mengambil Jalan Berbeda Saat Pergi dan Pulang. Rasulullah SAW pada hari raya biasa menempuh jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari shalat Id (HR. Bukhari, no. 986). Para ulama menyebutkan beberapa hikmah dari sunnah ini: agar lebih banyak orang yang saling bertemu dan menyampaikan salam, memperluas syiar Islam di berbagai tempat, dan memperbanyak kesempatan menjalin silaturahmi pada hari raya.
  • 8. Melaksanakan Shalat Idul Fitri. Shalat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah, bahkan sebagian ulama berpendapat fardhu kifayah. Shalat ini dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah. Rasulullah SAW bahkan memerintahkan kaum wanita, termasuk yang sedang haid, untuk hadir ke tempat shalat meskipun mereka tidak ikut mendirikan shalat, agar mereka dapat turut merasakan kebaikan dan syiar Islam pada hari yang mulia ini.
  • 9. Saling Mengucapkan Selamat Hari Raya. Termasuk sunnah yang baik dan sudah dipraktikkan sejak zaman sahabat adalah saling mengucapkan selamat di hari raya. Ucapan yang paling dianjurkan adalah: Taqabbalallahu minna wa minkum, yang artinya: Semoga Allah menerima amal ibadah dari kami dan dari kalian. Dari Jubair bin Nufair disebutkan bahwa para sahabat Rasulullah SAW, apabila bertemu di hari raya, saling mengucapkan doa tersebut satu sama lain.
  • 10. Bersilaturahmi dan Saling Mengunjungi. Salah satu tradisi indah yang telah ada sejak zaman Rasulullah SAW adalah saling mengunjungi rumah sahabat dan kerabat pada hari raya. Rasulullah SAW sendiri selalu menyempatkan diri mendatangi para sahabatnya untuk berbagi kebahagiaan dan saling mendoakan. Tradisi halal bihalal dan saling memaafkan pada Idul Fitri adalah cerminan nyata dari amalan mulia ini.
  • 11. Bergembira dan Memberi Kebahagiaan kepada Sesama. Idul Fitri adalah hari kegembiraan yang diizinkan oleh syariat. Rasulullah SAW bahkan membiarkan Aisyah RA menyaksikan permainan atraksi tombak dan tameng pada suatu Idul Fitri sebagai bentuk hiburan yang diperbolehkan. Di hari ini, umat Islam dianjurkan untuk memberi kebahagiaan kepada orang-orang di sekitarnya, termasuk dengan berbagi makanan dan rezeki kepada kaum dhuafa agar mereka pun merasakan sukacita di hari kemenangan.

Amalan Batin yang Tidak Boleh Dilupakan

Selain amalan lahiriah, para ulama juga mengingatkan agar seorang muslim tidak melupakan amalan hatinya di hari Idul Fitri, di antaranya: melaksanakan shalat dengan penuh kekhusyukan, memperbanyak dzikir dan doa, mengharap rahmat Allah sekaligus takut akan azab-Nya, dan menjadikan berkumpulnya manusia di hari raya sebagai pengingat akan berkumpulnya seluruh umat manusia kelak di Hari Kiamat.

Idul Fitri sejatinya bukan sekadar hari libur atau pesta perayaan. Ia adalah hari kemenangan spiritual yang harus diisi dengan amalan-amalan yang bermakna sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Mari kita hidupkan kembali sunnah-sunnah Nabi di hari yang mulia ini, agar Idul Fitri tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi benar-benar menjadi momentum peningkatan takwa dan kedekatan kita kepada Allah SWT. Taqabbalallahu minna wa minkum. Aamiin ya Rabbal aalamiin.


Lainnya

...

Doa dan Harapan yang Harus Dipanjatkan di Penghujung Ramadan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

Syarat DAFTAR Manasik AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

Detik-Detik Paling Mustajab Saat Puasa, Simak Pesan Penting Ustadz Adi Hidayat AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

2005-2006 Bag 2 AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

ALUMNI 2010 Bag-1 AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

5 PASTI Umrah - Wajib Anda Tahu AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

AUDIO TERJEMAH AL QUR'AN 30 JUZ - Faham Dengan Mendengar AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

Beginilah Cara Menanggulangi Jamaah Pingsan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

2008 Bag -3 AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

Cara Cek Status Istitho'ah Kesehatan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

Para Awardee LPDP Tiba-tiba membuat postingan Kontribusi Usai Polemik Penerima Beasiswa LPDP AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

Jasa Konsultan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

UMRAH MANDIRI / Backpacker - Syarat & Ketentuan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

Keutamaan Malam Nuzulul Quran di 17 Ramadan, Malam Turunnya Cahaya Petunjuk Abadi AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

...

2006-2007 Bag-4 AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...

Cookie Consent


Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda di situs ini. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.

Terima & Lanjutkan

Perlu informasi lebih lanjut? Kebijakan Privasi – atau – Kebijakan Cookie dan GDPR