Misi Artemis II NASA berhasil membawa empat astronot — Reid Wiseman, Christina Koch, Victor Glover, dan Jeremy Hansen — mengorbit Bulan pada April 2026, menjadi penerbangan berawak pertama ke sekitar Bulan sejak era Apollo lebih dari 50 tahun silam. Kru misi mencetak rekor baru dengan mencapai jarak 406.778 kilometer dari Bumi, melampaui rekor Apollo-13 tahun 1970. Setelah menyelesaikan manuver mengorbit Bulan selama beberapa hari, kapsul Orion kini memulai perjalanan pulang ke Bumi melalui lintasan berbentuk angka delapan dengan memanfaatkan gravitasi Bulan.
Pada 1 April 2026, NASA meluncurkan misi Artemis II dari Kennedy Space Center di Florida — sebuah tonggak bersejarah dalam eksplorasi antariksa manusia. Misi ini membawa empat astronot mengelilingi Bulan untuk pertama kalinya sejak program Apollo lebih dari lima dekade lalu, menandai babak baru perjalanan manusia menuju eksplorasi luar angkasa yang lebih jauh.
Artemis II membawa empat astronot pilihan yang masing-masing mencatatkan prestasi bersejarah:
Keempat astronot ini menempuh perjalanan sekitar 10 hari di dalam kapsul Orion, yang diluncurkan menggunakan roket terkuat NASA, SLS (Space Launch System).
Salah satu pencapaian paling mengesankan dari misi ini adalah pemecahan rekor jarak terpanjang yang pernah dicapai manusia dari Bumi. Kru Artemis II berhasil mencapai jarak 406.778 kilometer dari Bumi, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh misi Apollo-13 pada tahun 1970 sejauh 400.171 kilometer.
Selama mengorbit Bulan, para astronot menyaksikan berbagai fenomena menakjubkan: mulai dari detail kawah permukaan Bulan, kilatan cahaya akibat hantaman meteorit, hingga gerhana matahari saat Bulan melintas di depan Matahari. Astronot Wiseman bahkan meminta pusat kendali untuk menyiapkan "20 kata superlatif baru" guna menggambarkan keindahan yang mereka saksikan.
Ada pula momen yang mengharukan: keempat astronot menamai sebuah kawah di Bulan dengan nama Carroll Taylor Wiseman, mendiang istri Komandan Reid Wiseman yang meninggal karena kanker pada tahun 2020. Momen ini disaksikan langsung oleh publik melalui siaran langsung dari kapsul Orion.
Saat melintas di sisi Bulan yang membelakangi Bumi, kru mengalami 40 menit tanpa kontak komunikasi dengan stasiun darat — sesuatu yang telah direncanakan karena sinyal radio tidak dapat menembus sisi tersebut. Ketika sinyal kembali, astronot Koch mengungkapkan, "Kami akan selalu memilih Bumi, kami akan selalu memilih satu sama lain."
Berbeda dengan misi Apollo yang mendarat di permukaan Bulan, Artemis II dirancang sebagai misi flyby (lintas orbit) — bukan pendaratan. Tujuannya adalah untuk menguji dan memvalidasi seluruh sistem penerbangan berawak NASA sebelum misi pendaratan sesungguhnya dilaksanakan. Artemis II merupakan kelanjutan dari Artemis I (2022) yang tidak berawak, dan menjadi fondasi bagi misi Artemis III yang menargetkan pendaratan di Bulan pada tahun 2028.
Setelah menyelesaikan orbitnya, kapsul Orion memulai perjalanan pulang ke Bumi melalui lintasan bebas berbentuk angka delapan, hanya mengandalkan gravitasi Bulan tanpa dorongan mesin tambahan. Perjalanan ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat hari.
Kelsey Young, ilmuwan utama misi, mengungkapkan kegembiraannya dari pusat kendali: "Tidak bisa saya jelaskan betapa banyaknya temuan ilmiah yang telah kami peroleh."
Artemis II bukan sekadar misi ke Bulan — ia adalah langkah strategis NASA menuju eksplorasi Mars di masa depan. Dengan membuktikan bahwa manusia kini dapat kembali mengorbit Bulan dengan teknologi modern, NASA membuka jalan bagi generasi astronot berikutnya untuk suatu hari nanti menginjakkan kaki di Planet Merah. Sementara itu, China juga berambisi melakukan pendaratan di Bulan pada tahun 2030, menjadikan era baru perlombaan antariksa ini semakin menarik untuk disimak.
Doa dan Harapan yang Harus Dipanjatkan di Penghujung Ramadan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Syarat DAFTAR Manasik AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Detik-Detik Paling Mustajab Saat Puasa, Simak Pesan Penting Ustadz Adi Hidayat AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
2005-2006 Bag 2 AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
ALUMNI 2010 Bag-1 AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
5 PASTI Umrah - Wajib Anda Tahu AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
AUDIO TERJEMAH AL QUR'AN 30 JUZ - Faham Dengan Mendengar AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Beginilah Cara Menanggulangi Jamaah Pingsan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
2008 Bag -3 AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Cara Cek Status Istitho'ah Kesehatan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Para Awardee LPDP Tiba-tiba membuat postingan Kontribusi Usai Polemik Penerima Beasiswa LPDP AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Jasa Konsultan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
UMRAH MANDIRI / Backpacker - Syarat & Ketentuan AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Keutamaan Malam Nuzulul Quran di 17 Ramadan, Malam Turunnya Cahaya Petunjuk Abadi AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
2006-2007 Bag-4 AL HADJAR Suci @ ... BMSM - Belajar Mati Sebelum Mati ...
Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda di situs ini. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.
Terima & LanjutkanPerlu informasi lebih lanjut? Kebijakan Privasi – atau – Kebijakan Cookie dan GDPR